August 30, 2007

hanya omon koson saja

sesaat gw pikir sudah jauh dari titik semula bergerak menjelajah rasa ingin tahu. eh, nyatanya ndak juga. macam mau menulis omong kosong ini. ada pikiran mau mengungkap soal terkini tentang apa di balik isi kepala. tapi soal apa? iya soal apa oooiiii? semua sudah ada di google.com. kutu kupret. mau tulis soal cinta? kucing garong  dah cinta. soal  hidup?  ampun pak.  soal  bangsa dan negara? wealah, mampus lo. jadi soal apa? hmm, bagaimana kalo soal iklan di jalan. ah, itu juga busuk. apa ya? bagaimana kalau soal kekuasaan. semprul, kulo ora mudheng. tapi ini ada satu kalimat lama yg lumayan dalem. everything flux, nothing stays the same. lha, tapi itu tadi kalimat pertama katanya ndak bergerak? piye toh? mangkanya jangan sesumbar dulu. pasti ada yg berubah. musti ada. mungkin ndak lebih baik, ndak juga lebih buruk. toh baik dan buruk ndak jelas juga. tapi kalo ndak jelas, lalu apanya yg berubah? semprul. mungkin ini yg berubah: yang berubah adalah...hmm apa ya, mungkin ini, hmm...yg berubah adalah...kutu kupret..apa ya yang berubah..kucing buduk, gelap, dang hu boto. lappeett! pohul-pohul!

                            

February 25, 2007

revolusi sosial?

kemarin sempet nonton metro, terus ada acara ttg tulis-menulis blog yang lagi trend di kota besar di negeri ini. wimar witoelar yang hobi majang foto makanan di flickr sambil kongkow2 di citos bilang kalau kegiatan blogging ini bisa memacu demokrasi dan memicu revolusi sosial. semacam epidemi kesadaran politik begitu. aku miris betul. kawan ini terlalu nyaman hidupnya sekarang, mungkin. beberapa kali kuintip blog2 orang, terlalu banyak omong kosong. macam punyaku ini. kalau kupikir, menulis blog itu ibarat masturbasi dengan kata di monitor. padahal, hubungan intim yang sesungguhnya adalah duduk2 di warung kopi sambil bicara. dalam dan berkali-kali. dari sana revolusi sosial bisa dimulai. di seluruh negeri.